Acknowledgement

July 29, 2013 § Leave a comment

Teringat ketakutan selama dua hari sebelum berangkat. Tak lupa ketakutan yang memuncak di tiga hari awal tiba di Bangkok saat perkenalan projek. ‘Never say no to answer’, itu potongan kalimat yang diutarakan CEO Air Asia yang aing baca di perjalanan menuju Bangkok, salah satu semangat yang membawa aing untuk menyelesaikan semua ini. Kini semua berakhir suka cita. ‘Internship Mission Accomplished’ itulah subjek e-mail teruntuk Pak Arief. Silahkan dilihat projek sederhana namun sarat pembelajaran ini di sini.

Terima kasih untuk semua dukungan orang tua, adik-adik, keluarga, dan semua orang di bawah ini:
Pak Arief, beliau sempat-sempatnya mengurus semua keperluan kita di tengah sibuknya EE Day Mei lalu,
Mr.Poj as my advisor, a Carnegie Mellon graduated professor, i am very proud to be guided by you,  (mana tau beliau kepoin blog ini),
Berlian, teman seperjuangan dua bulan ini, sukses NUS nya coi,
Imre, dia yang tidak sengaja membawa aing ke mimpinya internship di luar Indonesia, makasih banyak sap!,
semua teman-teman Indonesia KMUTT, rindu tanah air terobati kala bergurau dengan kalian semua,
Rara & Ayuk, dua mahasiswi internship asal Unibraw yang datang sebulan setelah kita, seru bisa jalan-jalan bareng kalian!,
Vonyah, galau breaker, klo aing galau pasti ke dia,
Gilang, Ricky, Syarif, Ifa, Kak Aulia, Kak Akbar, Pi Aun, Pi Dew, Pi Wi, dan semua teman lab, terima kasih udah ngejawab semua pertanyaan aing,
Cahaya Hati, Whatsapp ga pernah sepi, koplak selalu,
Empat Sekawin UT 2010, partner in nyampah, walau di tengan KP begini,
Ron & Aun, Thai buddies yang setia mengenalkan kita dengan KMUTT,
semua teman-teman yang super menghibur dengan komen-komen kocak ttg Thailand,
dan semua yang ga bisa disebutin satu-per-satu di tulisan ini.

Terima kasih sudah ikut berlakon di salah satu bagian terseru hidup aing selama ini  🙂

Merindu

July 16, 2013 § Leave a comment

Menulis, kadang cuma hal itu yang bisa dilakukan oleh seseorang yang merindu, seraya menunggu temu.

Rindu bertemu kalian semua,
rindu candaan keluarga,
rindu candaan plus bacotan sahabat,teman,semua orang di sana,
rindu semua masakan Ibu,
rindu hedonisme khas Bandung,
rindu kampus terindah-terdamai-teramai-tergaul-dan-semua-‘ter’-yang-ada,
rindu damainya ngansos di kosan,
rindu akan wanita-wanita terindah di dunia, wanita Indonesia,
rindu warung padang sekitar kampus dan kosan -Doa Mande, Datuak, Putra Minang, Minang Maimbau,
rindu lapangan-tenis-A-B-C-D-Saraga,
rindu kasur kosan,
rindu wacana sapi-sapi,
rindu teriakan ibu kos,
rindu kajian-kajian-sok-serius,
dan rindu semua yang memang harus dirindukan.

Kamu tahu apa yang menarik dari rindu?
Ialah fakta bahwa ia terletak pada lobus yang berdampingan dengan cinta.
Jadi kalau aku merindu temu, aku sedang mencintamu saat itu.

 

-Yang cem puisi di bagian terakhir itu reblogged from indraps on tumblr

First Look at Bangkok

June 12, 2013 § Leave a comment

Sudah sepuluh hari di negeri orang, aing mau sedikit cerita. Bagian awal cerita kali ini emang sangat sendu, seakan membuat para pembaca ingin mengelus pukpuk kasian buat diriku ini, markemon, mari kita kemon!

Sabtu pagi, 1 Juni 2013, Induak jo Abak lah tibo di kosan, aing masih tertidur pulas di kamar. Ceritanya hari itu mereka jemput aing berikut semua barang-barang ke Cianjur. Yak, ini adalah tahap persiapan menuju kerja praktek (KP) di KMUTT Bangkok. Baah, akhirnya cita-cita aing mencari banci-banci Thailand tercapai (Eh maksudnya jalan-jalan ke Thailand, sumpah serius yang banci becanda doank). Minggu siang aing pamit sama Ibu dan Ilham, mau nangis di pelukan Ibu eh Ibu nya biasa aja, yaudah ga jadi nangisnya. Lanjut, jadi siang ini aing sama si Babeh menuju Soekarno-Hatta dan tiba di tekape sekitar pukul 20.00. Menunggu jemputan dan nginep di salah satu hotel di daerah Cengkareng, ceritanya ga mau telat buat penerbangan cukup pagi besok harinya. Bangun jam 04.00 Senin pagi, mandi syalala dan tibalah di Terminal 3, terlihat Berlian sudah menunggu semalam, yak doi nunggu semalem di sini, gelo emang. Berlian Teknik Elektro 2010, doi partner KP aing selama dua bulan ke depan (dan partner jalan-jalan pastinya). Pamit sama Babeh dan aing take off sekitar 07.20, see you later Indonesia 🙂

Tau hal paling luar biasa di penerbangan ini, pilotnya klo kasih report pasti diawali dengan Assalammualaikum, ini kali pertama aing nemuin pilot cem ini, Subhanallah. Tiga jam 20 menit penerbangan dan akhirnya landing di Don Mueang Bangkok, airport kelas ekonomi, beda jauh Suvarnabhumi Airport yang katanya apik tenan. Tapi tak apalah, bagaimanapun juga sudah landing di Bangkok. Dijemput oleh dua mahasiswa S3 nya Mr.Poj, Song dan Tik. Anjer, si Song cantik coi, manusia tipikal Thailand pisun, rambut panjang, putih gitu. Yak kita menuju KMUTT dan diperkenalkan dengan Mr.Poj sebagai advisor dan Aun sebagai buddy kami selama di sini. Baru sekian jam dan perasaan udah ga enak, mulai dari belum bisa komunikasi dengan keluarga dan teman di Indo sampai ketakutan pada projek yang bakal dikasih nanti, ah cups. Satu lagi, masalah awal ga sampe di sini aja, sampe pada masalah makanan yang harus dipaksa masuk ke perut dengan sekian banyak tegukan air putih. Ngelu pisan reeeek!

Ngajikhun Indonesia featuring Thailand, geulis kan?

Ngajikhun Indonesia featuring Thailand, geulis kan?

Namun hari-hari semakin menyenangkan, dimulai dari sim card hape sudah dapat digunakan, projek yang sudah jelas akan bagaimana diselesaikan ke depannya, dan terbiasa dengan makanan lokal. Puncaknya adalah Jumat bertemu dengan sesama teman-teman S2 dan S3 dari Indonesia di Masjid Darussalam di dekat kampus. Bercanda gurau, bebas pake Bahasa Indonesia! Beres Jumatan pun kita disedian makan siang gratis oleh Masjid, plus es cendol yang super wenak. Hari-hari semakin berwarna karena malamnya kami ke Asiatique bersama Pat, Za, dan James. Pat adalah perempuan muslim asli Thailand nan geulis yang awalnya kita ajak berkenalan di kantin kampus, geulis coi, geulis! Achievement unlocked! Minggu hari ga kalah seru, Ngajikhun dengan mahasiswa muslim Indonesia dan Thailand di Mahidol University. Dan sekali lagi aing nemuin perempuan muslim Thailand nan geulis di sini, catet ini kali kedua. Sampai akhirnya hari ini, menyempatkan menulis, membagi cerita untuk para pembaca. Masih sekitar tujuh minggu ke depan di sini, nantikan cerita neng-neng geulis Thailand selanjutnya, HAHAHAHA.

Pat geulis pisun (dan aing di sampingnya)

Pat geulis pisun (dan aing di sampingnya)

Ngajikhun, aing nyempil

Ngajikhun, aing nyempil

Gaya sikit

Gaya sikit

Yak, kesulitan terbesar itu memang ada di awal jalan. Kesulitan akan surut seraya berusaha dan kalaupun mengeluh itu pun tak apa, asal pada tempat yang tepat.

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with KP at FRESH THOUGHT, FRESH JOKE.

%d bloggers like this: